Senin, 03 Juli 2017

Sekolah Gunung Merapi-Mencari Kebahagiaan part 1

This time I will share everything abou Sekolah Gunung Merapi, tetap baca yesss!

Awal tau Sekolah Gunung Merapi (Baca: SGM) karena muncul ide ingin jadi bagian dari sesuatu di Yogyakarta. Sebagai mahasiswa pendatang aku masih mencari-cari sesuatu yang "beda" dari kota ini. dimulailah perjalanan mencari tau apa yang membuat kota ini istimewa. ide untuk menjadi bagian dari kota ini muncul setelah browsing lowongan menjadi volunteer.
Dengan kata kunci "volunteer sekolah di jogja" Sekolah Gunung Merapi muncul di urutan atas. Ternyata ceritanya Retno disin jadi makin pengen tau.
sehari setelahnya aku nyoba kirim email sekalian CV ke email yang tercantum, sepertinya yang isi content SGM tau betul apa yang dibutuhkan pembaca. bukan cuman nyantumin email, di dalam blog nya SGM juga diisi dengan update kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. scroll and scroollll sampe bawah, cek ricek kapan terakhir update artikel dan ternyata masih beberapa hari yang lalu....which means ini kegiatan masih aktif. kenapa aku mesti cek sampe scroll? buat mastiin kalo emang ada kegiatan dan bukan cuman website yang entah kapan update dan tau-taunya pas ke lokasi malah ternyata uda bubar jalan (pengalaman!) hahahahaaa
setelah tungguin tik tok sambil nganggur guling-guling menanti dosen pembimbing balesin whatsapp, tring!muncul 1 notif email masuk. dari SGM! isinya wow banget, ngajak ketemu! ahhh excited! cepet banget responnya. akhirnya setelah kontek2 dan tukeran no hp akhirnya kita janjian ketemu. bertempakan warnet konsep cafe di sore yang hujan-hujan mellow akhirnya aku ketemu sama foundernya. Yasmin Winnet and Fajar Radite
cerita-cerita akhirnya tau kalau kedua founder ini memulai semuanya dari sebuah ide sehabis perjalanan panjang di Kamboja. dua founder yang merupakan traveller ini cerita kalau ide ini berawal dari pengalaman mbak mas ini mengelola dan ngajar di sebuah sekolah di Kamboja. banyaknya naik turun dalam pengalamannya bikin mas mbak ini tertantang bikin "sesuatu" di Indonesia. ide muncul pas balik Jogja. kenapa kawasan Merapi dipilih? yuk cuss ah baca blognya disini baca dan scroll juga yass!
and then, setelah cerita-cerita dan bagi pengalaman akhirnya tau kalau SGM adalah sekolah informal  non-profit yang statusnya masih illegal karena berada di kawasan Rawan Bencana 3. sejak erupsi terakhir banyak hal yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi becana, salah satunya adalah zoning kawasan rawan bencana. berada di desa terdekat dengan Merapi,SGM kasih kontribusi ke masyarakat sekitar dengan keberadaannya yang mengedukasi msy,fokus ke anak-anak usia dini dan usia sekolah untuk memiliki pengetahuan yang selaras dengan keterampilan sebagai bentuk persipan individu mandiri menghadapi globalilasi.sebagai kawasan wisata SGM memberikan pendidikan Bahasa Inggris dan keterampilan, juga pengetahuan tentang lingkungan dan sampah,terutama 3R(Reduce,Reuse,Recycle).
sehabis obrolan panjang Yasmin dan Mas Fajar balik ke atas. aku juga balik dong,tapi sama tesis! beberapa hari kemudian aku ngubungi Kak Daniy. sesama mahasiswa perantauan aku cerita tentang semua yang aku dapat, dengan mata dan ekspresi melotot dan sedikit ngotot aku berhasil bujuk kak Daniy buat join. bermodal motor dan GPS(gunakan penduduk sekitar) akhirnya kita berdua nekat naik ke SGM. Hujan deras pas itu jam 9an malam, kondisi masing-masing kita berdua belum pernah pergi ke SGM sebelumnya. di perempatan lampu merah Jalan Kaliurang km.8 udah berasa dingin,dibarengin sama hujan kita pake GPS(GPS beneran). "wah gak jauh kok kak,23 menit" aku kasih tau kak Daniy.
karena hujannya deras akhirnya kita berdua mutusin buat pake mantel(baca: jas hujan). pas naik, kita mulai berasa berat. kondisi motor yang di gas diajak berantem sama rintik ujan yang makin gede. kalo kamu pernah ngalamin kondisi "buka helm buka ditampar hujan,tutup helm jalan blur" nah!itu yang kita berdua alamin. karena kondisi"ditampar" dan "blur" makin seru pas signal ngadat. di GPS nunjukin lurus kita udah semangat maju maunya buruan nyampe,tiba-tiba si mbak GPS bilang "re-route" dan estimasi nambah  jadi 45 menit!masih ngira-ngira kita majuuu aja lurus and blep! tjoy hape kita mati tjoy! bingung kita,gelap bos!
disaat hujan deras kak Daniy masih jauh bijaksana dari aku yang mulai bete. Kak Daniy stop motornya terus pake hpnya kita GPS-an lagi. make hpnya ka Daniy kita mulai naik lagi. jalan yang kita lewatin mulai naik ke atas. suasana hujan makin berasa pas di kiri kanan hampir 500m naik itu pohon bambu semua. dari jauh udah mulai keliatan lampu,karena khawatir kita sotoy nya kambuh lagi akhirnya aku bilang ke Kak Daniy" Kak GPS kak!GPS".weitsss ... kita stop di warung. aku turun tanyai dimana SGM, ibu pemilik warung menjelaskan dengan lancar detailnya kemana kemana PAKAI BAHASA JAWA! oke Ibu makasih, kita akan segera mencari tempat yang ibu jelaskan
gagal pake GPS modern dan GPS tradisional akhirnya kita maksain insting. maju terus sampai hampir di atas, terus pke GPS lagi terus turun lagi, gitu terus ada 4kali turun naik sampe akhirnya kita nemu bangunan nyala. masuk eh banyak orang, dan kita ketemu YASMIN! iya YASMIN!!! kita ketemu SGM!!yeahhhhhhhhhhhhh

to be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar