Jumat, 17 Februari 2017

Pawoen Simbhok review _ where is "simbhok?"

a place with instagram-able photo background


Turun dari Merapi sore ini, hujan dan dingin, kabut mulai turun. Sekitar jam 6an aku dan Ka Daniy meluncur tanpa ngegas motor, dengan dingin yang udah mulai gak karuan. Sebagai penduduk Jogja (wilayah kota) dimana suhu rata – rata 28 derajat celcius, berada di sekitar Merapi, di desa terdekat kaki Merapi, yaitu Desa Kinahrejo, benar – benar hal yang baru buat kita. Dengan sangat banyak ndeso, setiap sore pulang dari Sekolah Gunung Merapi kita selalu kedinginan. Belum lagi sekarang lagi musim hujan, kalo lagi gak beruntung setiap pulang kita pasti kehujanan. Bayangin aja kalo gak hujan udah dingin, apalagi pas hujan.
Sebenarnya warung dengan konsep “desa” ini udah lama menarik perhatian. Dengan bangunan ala Jawa, if you ever visit “Kopi Klotok” konsep rumah dijadikan warung dengan menu rumahan “sayur lodeh, telor krispi, dan pisang goreng”, ekspektasi kita datang ke Pawoen Simbhok juga sama. Design luar dengan Dapur Bakmi di sebelah kanan, dijaga sama ibu – ibu. Di sebelah kiri ada menu bebakaran kayak sate usus, sate hati, nasi bakar, dan gorengan (yang sudah digoreng dan dingin), serta bahan bumbu dapur segar dan tungku. Di bagian kiri ini dijagain sama mas – mas.
Menu ada di dinding sebelah kiri, baik makanan maupun minuman. Dapurnya bersih, dengan satu tungku di bawah, dan jahe serta sereh segar di atas dekat meja menu pilihan. Masuk ke dalam beberapa kursi disusun dengan dinding dari bata konsep warna coklat muda, kursi dari kayu, dan beberapa hiasan dinding terbuat dari papan dan dihiasi tulisan berbahasa jawa seperti “Sugeng Rawuh” yang jadiin dindingnya bagus buat background foto. Atap ke atas loss tanpa plaffon, jadi konsep lampu gantung ala rumah tradisional Jawa. Pas kita kesana lagi rame satu keluarga ngadain acara ultah, dengan foto – foto di bagian belakang yang emang bagus backgroundnya buat foto – foto
Menu yang kita pesan bakmi godhog, capcay godhog, sate usus, sate hati, dan wedang. 


Ka Daniy and her pose infront of Pawoen Simbhok




Bakmi Godhog
Karena kita awam tentang bakmi, kita masih bingung bagaimana rasa bakmi nya. Tapi menurut kita mie nya buka homemade, bumbunya agak pekat dicampur dengan kadu ayam yang (mungkin) karena kita datangnya malam jadi baunya udah nggak segar lagi. Suir ayamnya dari ayam kampung, dengan campuran sayur yang sama kayak bakmi biasa. Kuah kental yang dihasilkan kebanyakan berasal dari mie. Rasa yang dihasilkan campuran kaldu yang udah gak segar lebih dominan daripada rasa mie nya sendiri. Beberapa menit setelah disajikan, mienya mengembang.
Nilai : 5 untuk rasa, 4 untuk bahan



our "Bakmi Godhog and Capcay Godhog" with the frest tomat and big cabe on top

 
Capcay Godhog
Sebenarnya masih bingung sama konsep capcay nya. Setahu kita, Godhog yang berarti rebus, kuah. Capcaynya berkuah kental dengan air kaldu yang berbumbu berat, berbau sedikit pedas seperti kupat tahu, agak terlihat bersantan, dengan dicampur sayuran capcay standar, dan telur! Jadi seperti campuran sayur kuah, ayam, dan orak arik telur, tapi kali ini kuning telurnya nggak pecah. Terakhir hiasan di atasnya ditambah tomat dan cabe bulat. Dan soal rasa... hmm, kalo sayuran aja tanpa kuah it will be fine, for me.
Nilai : 5.5 untuk rasa, 6 untuk kesegaran sayur dan bahan

Gorengan, sate usus, sate hati
Untuk gorengan as I mention previous, udah dingin dan tepungnya uda lembek. But for taste, not sure it good as kita juga lagi kedinginan pada saat itu dan no effect buat angetin. Buat bebakaran, the bumbu menyatu dengan bahan, but there is too much ketchup sehingga bebakarannya bukan rasa sate dibakar lagi, tapi rasa kecap semua
Nilai : 6 untuk bebakaran, 4 untuk gorengan

Wedang
This is the qoute “save the best for the last”. Jadi reveiw terakhir yang paling berkesan. Dengan bahan segar dan authentic nya dapet bangen, panas air yang dari tungku mendidih, bahan yang banyak, rasa yang pas, dan dari semua wedang yang udah pernah kita coba, this is the best. Bahkan beberapa warung dan resto di jogja, as far yang udah kita sambangin, dari yang rempah dan bahannya gak segar, rempah dan bahannya sedikit, sampe yang airnya cuman anget kuku, udah semua, and this is my fav!!! Cocok banget sama suasana dinginnya Merapi.
Nilai : almost perfect, 8!
Overall untuk suasana, tempat ini dapet nilai 6.5 dengan suasana rumahan, mungkin kalo outdoor dengan view alam akan lebih menarik. Hospitality dapet nilai 6, dengan mas dan mbak yang ramah, dan I recomend this place especially for wedang! This is the best place in Merapi as far I know.


lovely and drink-able Merapi drink

and my last question is, where is simbhok? why there was mas mas yang masakin buat kita?




\



Tidak ada komentar:

Posting Komentar