Sabtu, 18 April 2015

" BELAJAR BERJALAN"

kalian pernah nggak ngerasain ketika harus jalan di daerah yang banyak durinya?rasanya gimana?  hati - hati kan? happy? or do you think ts challange?
well... bagi sebagian orang mungkin itu tantangan, but what about yang lainnya?

now, I am gonna talking about how to choose to be happy in life. Terdengar klasik ya? yes! karena siaran M*T begitu menginspirasi saya,hahah. back to the topic! jadi gini, kita semua apsti pernah berada di kondisi yang sama sekali nggak kita inginkan, entah itu karena "mungkin" kita terlanjur masuk ke dalam atau kita masuk namun pada pilihan yang salah. saya punya cerita mengenai salah satu teman saya, saat itu kita lagi perjalanan delay 2 jam jadilah kita ngobrol - ngobrol
L : Lelie
J : Inisial teman 

L : kamu kok milih tetap disini sih meskipun kamu tau peluang kamu untuk dapetin posisi itu susah?
J : well, maksud kamu kenapa aku milih buat bertahan?
L : Yap
J : gini ya, semua orang punya side story dalam hdupnya yang pada akhirnya bikin dia termotivasi. begitupun sama gue. guess what, as you know keluarga gue gak pernah sama seperti keluarga yang lainnya, gue beda. mau nggak mau gue harus stay sama pilihan yang udah gue tetapka dari awal.
L : supaya apa?
J : supaya gue bisa buktiin kalo pilihan gue nggak salah
(simple conversation yang pada akhirnya bikin saya speechless)

dari percakapan tersebut saya mikir lama, terus saya dapat kesimpulan bahwa :
  1. Hidup itu seperti belajar melangkah, kita berjalan pelan - pelan, jatuh, belajar lagi. simple as that, ketika kita beranjak dewasa, kita pasti akan dihadapkan pada kenyataan dan pembelajaran - pembelajaran hidup. Banyak banget pilihan yang pada akhirnya.... sulit untuk ditentukan.
  2. Pilihan - pilihan dalam hidup seperti kita memilih jalan pulang ke rumah sehabis bertamasya.Nggak semua pilihan itu enak dan mudah, namun pada akhirnya semua pilihan itu bring you home, JIKA.... kita punya jalan - jalan pintas yang lain (PLAN A,B,C,etc.)
  3. Semua pilihan itu punya konsekuensi, yang mau nggak mau berpengaruh terhadap pilihan selanjutnya.
  4. Semakin beranjak dewasa seseorang, semakin nggak mungkin ia menghindari pilihan. mau nggak mau ia akan dihadapkan pada pilihan dan konsekuensinya. untuk mencapai ujung jalan yang baus, langkah kecil namun berarti itu diperlukan. so, its better to make your step than just watching.
Salam dari anak yang masih belajar berjalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar